Hidup Adalah Kompetisi

Tahukah anda hidup adalah kompetisi. Kompetisi itu dimulai sejak dari terbentuknya anda sebagai calon manusia. Mulai dari masa pembuahan. Dari begitu banyaknya sel sperma, hanya satu yang berhasil membuahi sel telur. Tentu saja ada pengecualian pada bayi kembar. Kemudian kita tumbuh dan berkembang dari bayi. Betapa senangnya orangtua kita ketika kita tumbuh dan berkembang sesuai usia kita. Kita mulai merangkak, belajar berjalan dan belajar bicara. Saat itu, orangtua kitalah yang sedang berlomba dengan sesama orangtua lainnya. Mereka dengan bangga akan menceritakan kepandaian yang sudah kita miliki dalam tahapan tumbuh kembang kita. Apalagi kalau kita tumbuh kembang melebih rata-rata balita seusia.

Kemudian kita memasuki usia sekolah. Kompetisi yang kita hadapi adalah dalam bentuk ulangan dan ujian. Kita akan belajar dan belajar untuk mendapat nilai dan sekolah yang terbaik dalam rangka mewujudkan cita-cita kita, Dalam bidang asmara pun kita berlomba, berusaha memenangkan hati pria atau wanita idaman untuk menjadi pedamping hidup kita kelak.

Setelah menyelesaikan pendidikan, kita memasuki dunia kerja. Beruntunglah kita yang dapat dengan mudah memenangkan kompetisi sesama pencari kerja. Dunia kerja yang begitu kompleks tidak cukup hanya dengan kecerdasan kita dalam bekerja. Lebih banyak kecerdasan emosional yang berperan daripada kecerdasan intelektual. Bukankah dapat kita lihat di sekeliling kita yang kita pikir bodoh, justru orang tersebut yang dipilih oleh pimpinan menjadi manajer. Memang, kerja bagus tidaklah cukup kalau kita tidak dapat menyenangkan hati atasan, yang istilah negatifnya adalah “cari muka”. Bahkan untuk sebuah kompetisi jabatan, banyak orang berusaha menghalalkan segala cara.

Tetapi percayalah kemenangan yang diperoleh bukan dengan jalan-Nya, tidak akan bertahan lama. Untuk itu tetaplah optimis dan berpikir positif, karena kemenangan abadi hanya akan dimiliki oleh orang-orang yang menjadikan Tuhan sebagai sandarannya tentu saja disertai upaya dan doa yang sungguh-sungguh. Oleh karena bila anda hidup hanya untuk dunia, anda hanya akan mendapat dunia. Tetapi bila anda menjalani hidup untuk akhirat anda akan mendapat keduanya. Dunia dan akhirat. Selamat berkompetisi.

Incoming search terms:

Facebook Twitter
Share on LinkedIn
Bookmark this on Digg
Bookmark this on Delicious
Buzz This
Post to Google Buzz

Comments

Powered by Facebook Comments

Leave a Reply